
Hampir 1.5 bulan ini saya nyemplung lagi ke dunia yang udah lama saya tinggalkan: desk research. Kerjaan saya baca buku & nulis terus. Di mana aja, kapan pun bisa, persis seperti lagunya Morfem. Awalnya sempat agak resisten, karena seperti banyak waktu yang akan terbuang untuk menggali banyak hal. Ternyata begitu udah mulai.. saya menikmati sekali prosesnya. 1.5 tahun maraton bareng clubSPEAK memang perlu jeda. Waktunya sekarang tarik nafas sambil refleksi apa yang bisa diperbaiki supaya lari ke depan lebih efisien, berkualitas, dan lebih banyak juga yang pada ikutan lari bareng saya.
Saya lagi bikin paper. Judulnya belum fix. Isinya tentang gimana menyiapkan generasi Y indonesia supaya beneran seperti lirik lagunya SID: muda, beda, dan berbahaya. Konteksnya tentu masih anti-korupsi. Isinya, “marah-marah” pakai bahasa intelektual yang penuh kutipan dan logika ‘lalu jika maka demikian’. So far it’s 25 pages and going.
Ulasannya macam-macam. Mulai dari sistem pendidikan yang melemahkan (apakah kamu sadar kita nggak pernah benar-benar meninggalkan sistem NKK/BKK?), liberalisasi pendidikan (semua dilepas ke pasar, negara lepas tangan), situasi terkini gerakan anti korupsi (pendekatan good governance gagal, corporate & state beraliansi, anak muda gak kritis sosial), jebakan kultural (anak muda belom berani lawan mindset orang tua yang gak bener, komunalitas yang serba salah, lifestyle materialistik). Gongnya.. masalah semua tuh yah. Ngeberesinnya gimana? Ini yang seru.
Selama ini untuk urusan korupsi kita selalu bilang, KPK jangan digangguin dong! Atau kita tuding DPRnya ngga becus bikin UU, terlalu sibuk dengan makan gaji buta untuk bayar hutang naik jadi anggota Dewan (setoran ke partai minimal 500 juta lho kalau mau dicalonkan). Kita juga sering bilang SBY yang makin hari makin kelihatan nggak sehat kerja kabinetnya memble abis, dan dia sendiri sebagai presiden bisanya hanya prihatin dan rilis album.
Kalau pertanyaannya dibalik, kita sebagai rakyat gimana? Weh udah ngga bisa tuh kita bilang gue kan bayar pajak, pemerintah kerja yang bener dong. Lha pemerintah juga perlu diawasi, diperhatikan kerjanya, lalu kita bisa tuding dengan basis yang jelas kalau kerja mereka beres. Selama ini kan nggak, kita ngomel tapi kita cuek aja. Masih pada inget trias politica kan: legislatif - eksekutif - judicative. Mana posisi kita sebagai masyarakat di situ? Kekuasaan yang mereka pegang untuk menjalankan tugas dapetnya dari siapa? Kita sebagai rakyat. Nah nah, apa kita selama ini sudah menciptakan tekanan kuat supaya tiga lembaga itu tambah berkualitas kerjanya? Nggak juga kan.. Mengapa begitu? Nanti baca paper saya aja ya. Panjang banget kalau dijelasin di sini.
Kalau lihat sistem pendidikan yang gak bener, jelas ada masalah struktural. Kalau lihat mindset dan perilaku masyarakatnya, jelas ada masalah kultural. Dua-duanya ngga bisa berdiri sendiri. Untuk ngeresponnya perlu strategi yang bisa memadukan berbagai pendekatan, dan ini yang saya lagi coba dalami. Pendidikan politik, itu jelas. Penguatan kelompok anak muda, penting banget. Ini kan pandangan yang udah ada sejak lama. Tapi saya juga nggak mau kejebak dengan pola-pola lama yang malah ngga efektif. Kuncinya semua ada di metode “how you deliver it”. Kalau kontennya berkualitas dan cara nyampaiinnya asik, pasti bisa bantu stimulasi kemampuan berpikir kritis. Jadi, bukan hanya konten, saya juga lagi perbaikan metode yang udah dipakai clubSPEAK selama 1.5 tahun ini.
Untuk teman-teman yang akhir-akhir ini suka saya tolak ajakan nongkrongnya, untuk yang sering mampir ruangan saya tapi saya cuekin dengan kuping dicolok earphone dan buku tebal berantakan di meja, untuk teman-teman yang lagi ngerjain project bareng, .. saya yakin kalian punya stock berjudul pengertian yang banyak sekali, hehe saya harus minta maaf untuk kalian semua sementara ini harus pending banyak hal.
Akhirnya setelah sekian lama, saya kembali merasa apa yang saya kerjakan secara akademik menjadi relevan dengan dunia nyata. Melihat kondisi sistem pendidikan kita, jarang banget ada yang bisa merasakan ini, dan saya nggak mau menyia-nyiakan. Semoga teman-teman mengerti. Saya akan kembali ke dunia persilatan berkarya bareng kalian lagi saat paper ini selesai. Very soon!
-
auliareski reblogged this from rdungga and added:
SEMANGAT Kak! :D
-
rdungga posted this