Selasa, 21 Juni 2011.
Hari ini udah rencana banget mau bikin tulisan, been bit neglect to reflect what’s been happening.
Ngerjain hal yang kelihatannya besar memang awalnya seperti overwhelming. Dan itu wajar. Karena ngga semudah seperti yang dibayangkan. Tapi kalau kita udah terjun langsung dan yakin dengan apa yang kita kerjakan, SELALU ada cara. Muncul di saat ngga terduga. Makanya harus siap, harus terus alert. Contohnya malam ini. Saya lagi seru sendiri ngereview alur workshop kemarin (mumpung masih fresh) buat menajamkan lagi pertanyaan dasar penggalian ide aksi-aksi sosial.. Ceritanya berusaha ngeblok pikiran tentang content apa yang harus saya siapin buat strategic planning clubSPEAK weekend ini.
Lalu.. Muncullah si Bos Ceria. Tampangnya berbinar-binar. Ga banyak nebak, saya tahu persis Bos Ceria ini abis pulang reunian. Kebayang asiknya ketemu teman-teman seperjuangannya jaman 90-an itu di Utan Kayu. Cerita-cerita kegilaan, kenekatan, dan keberanian mereka yang sevisi untuk menonjok gajah-gajah.
Bos Ceria berbinar-binar, rupanya bahagia karena reunian sore ini mengafirmasi beberapa hal prinsip dalam hidupnya. “I am happy with my life,” katanya sambil menunjukkan artikel hasil wawancara dirinya 12 tahun yang lalu. “Orang-orang seperti kita ini Ret, yang merasa cukup, tahu batas dan mengerti apa yang membuat diri kita sendiri ini bahagia. Hidup cukup, nggak berlebihan.“
Anyway, saya kira Bos Ceria hanya akan cerita tentang serunya reuni aktivis bawah tanah 90an. Ternyata beliau langsung cerita nyerempet-nyerempet pengalamannya ngebangun jaringan buruh dan caranya bikin masyarakat ngga takut bicara dan lapor kasus korupsi. Yang diceritain Bos Ceria pengalaman konkrit tentang gimana melihat arah social movement. Ibaratnya kapal, sebelum mendayung harus tahu arahnya mau ke mana. Artinya navigasi harus beres dan kapalnya sendiri kuat buat menerjang medan. Banyak riset, ngobrol sama orang lain, baca buku, sisihkan waktu buat menghilang sementara (recharge energi sambil cari pencerahan), asah angle-angle lain buat melihat gagasan yang ada supaya terus jadi orang yang kreatif. Karena yang kreatif selalu adaptif dengan perubahan di masyarakat yang sangat dinamis, malah mungkin banget jadi pendorong atau pencipta dinamikanya itu sendiri.
Satu nasihat yang berharga banget, “Social movement is about building trust.”
We have to earn it, and maintain that trust by sticking to our core value.
Cocok dengan content strategic planning yang saya lagi cari-cari bentuknya! Saya juga jadi tambah semangat ngerjain program yang didisain bareng YCM Ashoka Indonesia. Buat si Bos Ceria, menemukan passion seperti mendapatkan penjara. Ini konsep ‘prison’ yang menarik, karena pintu ngga pernah terkunci, dan ngga ada jeruji. Yang ada suatu tempat yang super nyaman untuk kita melakukan apa yang kita suka dengan ulet untuk mencapai impian besar kita. Si Bos Ceria dengan sumringah bilang, “Saya udah berhasil masukin kamu ke ‘penjara’! hehehe..“
But the thing is, I don’t feel trapped at all.
